Diproteksi: Released: f4th 2.2

Konten ini diproteksi dengan password. Untuk melihatnya cukup masukkan password Anda di bawah ini:

Iklan

KBBI Digital versi Offline

Buat yang sedang skripsi atau tulisan lain yang mewajibkan menggunakan penggunaan EYD, sekarang sudah ada Kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi offline.

Note: credit goes to the creator & uploader, not me =D

Spelling Bahasa Indonesia pada OpenOffice di Ubuntu

Sejak menggunakan Windows awal SMA dahulu, saya menyimpan kata-kata Bahasa Indonesia dalam format *.dic sehingga bisa digunakan sebagai spellchecker ejaan bahasa Indonesia pada Microsoft Word. Ketika mulai mengenal OpenOffice, saya merasa ada yang kurang pada aplikasi ini: Saya tidak bisa menemukan cara agar OpenOffice mengenali file spellchecker tadi. Namun, beberapa waktu lalu ketika menjelajah situs OpenOffice.org, saya menemukan cara menambahkan spellchecker bahasa indonesia untuk OpenOffice, berikut modul-modul yang diperlukan agar aplikasi OpenOffice dalam komputer kita dapat mengenali ejaan berbahasa Indonesia.

Berikut ini step by step menambahkan spellchecker bahasa indonesia pada OpenOffice 2.4 di Ubuntu 8.04: Baca lebih lanjut

Setting Repository Lokal Ubuntu dari File *.iso

Ketika anda baru melakukan instalasi ubuntu 8.04 / hardy, file-file *.iso yang anda mount menggunakan perintah mount -o loop … … tidak akan dikenal oleh “Software Sources” Pada menu Administration Ubuntu. Mengapa? masalahnya, file *.iso tadi tidak dikenal sebagai CD/DVD-ROM, melainkan dikenal sebagai file biasa. karena itu, diperlukan sedikit konfigurasi sederhana agar repositori *.iso tadi dikenal oleh ubuntu. Langkah – Langkahnya sebagai berikut:

Baca lebih lanjut

Analisis Web UKM-Center: Penutup (Bagian 5/5)

Kesimpulan

Di Indonesia, banyak situs yang tidak memperhatikan mengenai tampilan suatu web. Padahal pengguna internet di Indonesia cukup banyak, dengan pertambahan pengunjung yang semakin cepat tiap waktu. Oleh karena itu, bagaimana interaksi di suatu website dengan pengunjung perlu diperhatikan. Ketidakprofesionalan pengelolaan interaksi antara sebuah situs dengan pengunjung memberikan kesan instansi tersebut juga tidak profesional.

Baca lebih lanjut

Analisis Web UKM-Center: Form dan Search (Bagian 4/5)

Form Memerlukan data yang tidak benar-benar Diperlukan

Gambar di atas adalah hasil capture dari halaman kontak. Terdapat beberapa field, yaitu Tujuan Menghubungi, Nama, Lembaga, Alamat, Telepon, Fax, Email, Website, Judul Pesan, Pesan, dan Kode Huruf. Namun, tidak semua field di atas perlu diisi untuk melakukan submit pesan, yaitu Alamat, Telepon, Fax, Website dan Pesan. Sedangkan Tujuan Menghubungi, Nama, Lembaga, Email, Judul Pesan, dan Kode harus diisikan. Dalam form ini, tidak ada tanda khusus field mana yang harus diisi (akan dibahas lebih lanjut berikutnya) dan field mana yang opsional. Hal ini akan mengakibatkan pengunjung melakukan klik pada tombol submit beberapa kali jika ada field-wajib-diisi yang kosong. Beberapa detik waktu pengunjung akan terbuang.

Baca lebih lanjut

Analisis Web UKM-Center: Content (Bagian 3/5)

Pembaharuan Content dan Ketidakkonsistenan Content antar Preferensi Bahasa

Content yang dibuat dalam bahasa Indonesia cukup ter-update. Bagian paling tidak ter-update dari UKM-Center.org versi bahasa Indonesia adalah halaman Artikel. Artikel terbaru yang dimuat situs ini tertanggal 22 Agustus 2007, (tulisan ini ditulis akhir Mei 2008). Namun, ini masih jauh lebih baik. Ketika content dalam Bahasa Inggris dipilih, lebih banyak yang tidak ter-update. Tanggal update terakhir ‘Latest News’ terakhir yang dimuat adalah 11 April 2008. Pada halaman berbahasa Indonesia, content terbaru ‘ Berita Terakhir’ tertanggal 30 Mei 2008 (diakses tanggal 31 Mei 2008). Update antara versi bahasa Indonesia dengan versi bahasa Inggris tidak sinkron.

Baca lebih lanjut