Perpindahan dan Kanvas

 Dari tiap-tiap tempat yang kita  singgahi, selalu ada saja sesuatu yang membekas. Di suatu tempat, kita bertemu dengan orang yang kita anggap sulitMau tidak mau kita harus berinteraksi dengan beliau hingga waktu yang cukup lama. Seringkali ingin berhenti di tengah-tengah, namun Tuhan senantiasa memberi kekuatan ekstra sehingga kita bisa menyelesaikan fase demi fase. Keras. Tapi mungkin itulah cara Allah mengabarkan bahwa kita naik kelas. Bonus, jika dengan beliau kita dapat menjaga relasi dan hubungan yang baik.
Di persinggahan lain, kita menemukan karakter-karakter sebaliknya. Kawan-kawan baru dimana kita merasa tenang di dalamnya. Kawan-kawan baru dimana kita bisa menyerap nilai-nilai yang ada, dan tanpa mereka sadari bahwa sebenarnya kita belajar (banyak) dari mereka. Kawan-kawan yang sebenarnya memiliki pengaruh hebat sehingga  terpisah menjadi berat. Ah, betapa terasanya membersamai mereka adalah karunia, justru ketika kita tak lagi bersama mereka.
Di setiap lingkungan, akan selalu kita temukan hal-hal unik. Akan ada perbedaan latar belakang budaya yang membuat kita kesal, namun lambat laun kita menjadi paham dan tak lagi judgmental. Perbedaan akan menjadi pertambahan corak warna, meskipun adakalanya terjadi penolakan atas perbedaan di awal perbedaan itu kita temukan. Akan kita temui sosok-sosok inspiratif yang membuat kita senantiasa terpacu. Akan kita temui hal-hal kecil lucu yang Allah hadirkan sebagai penghibur saat dunia terasa sulit untuk dihadapi.
“Hijrahlah, dan jangan takut dengan apa yang kau tinggalkan, karena kau akan mendapkankan penggantinya, bahkan lebih.” – Imam Al-Ghazali
Karenanya, merantau bagi saya adalah fase penting dalam perjalanan hidup. Layakya memahami suatu bahasa asing, merantau akan membuat kita melihat dengan perspektif yang lebih kaya.
Hampir sebulan ini saya pindah ke persinggahan baru. Saya menganalogikan perpindahan dengan pelukis yang memulai dengan kanvas baru. Putih, kitalah yang akan melukisnya dengan aneka ragam corak warna. Warna-warna kaya yang kita peroleh dari interaksi, pengalaman, kejadian di persinggahan-persinggahan sebelumnya. Warna-warna yang diiringi memori tentang tawa renyah bersama sahabat-sahabat lama. Warna-warna atas hikmah pelajaran yang kita  ambil dari pengalaman sebelumnya. Warna tak terhingga dari kilauan doa-doa yang kita panjatkan, juga  doa doa tulus dari diberikan keluarga, sahabat-sahabat, dan guru-guru kita. Warna cantik yang membekas terpendar dari kita atas didikan dan nasihat lekat yang akan terus kita ingat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s