Wasiat Imam Ahmad bin Hanbal Pada Pernikahan Putranya

Tulisan ini disalin dari notes Laman Facebook Info Kajian Islam.

Wasiat (Imam Ahmad rahimahullah) bin Hanbal pada putranya pada hari pernikahannya.

Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan mencapai kebahagiaan di rumah tanggamu kecuali dengan sepuluh tabiat yang kau berikan pada istrimu. Maka jagalah dan bersemangatlah untuk melaksanakannya.

Yang pertama dan kedua:

Wanita menginginkan bukti cinta dan menyukai pernyataan cinta, maka engkau jangan pelit pada istrimu dengan hal-hal tersebut. Jika engkau pelit maka akan muncul sebuah pemisah berupa kebencian antaradirimu dan dirinya dan akan berkurang rasa cinta kalian berdua.

Yang ketiga:

Wanita membenci lelaki yang keras dan tegas, tetapi memanfaatkan lelaki yang lemah dan lembut. Pandai-pandaila h memilih sikap pada setiap waktu, maka akan mengundang rasa cinta dan mendatangkan ketenangan.

Yang keempat:

Wanita itu menyukai dari suaminya apa yang disukai suaminya dari mereka, yaitu cara bicara yang baik, penampilan yang bagus, pakaian yang bersih, dan aroma yang harum. Usahakan untuk berlaku seperti itu pada setiap keadaan.

Yang kelima:

Sesungguhnya rumah tangga adalah kerajaan wanita, dia merasa ikut membangun singgasananya, dan dia adalah ratu di dalamnya. Maka janganlah engkau hancurkan kerajaannya, dan jangan pula berupaya menggusurnya dari singgasananya. Jika engkau tetap melakukannya, dia akan berusaha merebutnya kembali. Dan tidak ada permusuhan yang lebih besar kepada raja kecuali dari yang kerajaannya telah direbut, meskipun istrimu tidak menampakkannya.

Yang keenam:

Seorang wanita ingin mendapatkan suaminya dan tidak kehilangan keluarganya. Janganlah engkau membuat timbangan antara dirimu dan keluarganya, “pilih saya atau keluarga”. Bila dia memilihmu dari keluarganya, selamanya dia tetap akan bersedih, serta memupuk kebencian kepadamu setiap harinya.

Yang ketujuh:

Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Hal ini adalah rahasia kecantikannya, rahasia daya tariknya, dan bukan aib baginya, sebagaimana “cantiknya alis adalah ketika bengkok”. Ketika dia bersalah jangan membebaninya dengan beban yang berat sekali karena ingin meluruskan bengkoknya, karena hal itu akan mematahkannya dan patah pula perceraian dengannya. Tetapi jangan pula kau biarkan kesalahannya sehingga bertambah kebengkokannya dan membekas pada dirinya. Jangan sampai engkau nantinya menyesal karena istrimu tidak mau mendengarmu lagi. Oleh karenanya, berbuatlah kepadanya sikap pertengahan.

Yang kedelapan:

Sesungguhnya wanita memang sudah terbentuk suka mengingkari suami dan mendustakan pemberian. Seandainya engkau berbuat baik kepadanya terus menerus selama ribuan tahun, lalu melakukan satu kesalahan, dia akan berkata “aku tidak pernah mendapat kebaikan darimu sama sekali”. Jangan sampai hal tersebut membuat engkau membencinya, dan berpaling darinya. Jika engkau membenci hal ini, maka sukailah hal yang lain darinya.

Yang kesembilan:

Sesungguhnya wanita memiliki kelemahan fisik dan jiwa, sampai-sampai Allah subhanahu wa ta’ala memberi banyak keringanan kepada mereka didalam melaksanakan kewajiban. Allah tidak mewajibkan mereka sholat pada waktu tertentu, memerintahkan agar meninggalkan puasa pada keadaan tertentu sampai mereka sehat kembali dan suasana hatinya kembali stabil. Dampingilah mereka pada keadaan-keadaan tersebut sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala meringankan kewajibannya, maka ringankan pula tuntutanmu dan urusan-urusanmu.

Yang kesepuluh:

Ketahuilah bahwa wanita diibaratkan sebagai tawanan bagimu. Maka sayangilah “tawanan”mu dan maafkan kekurangannya, dengan begitu dia akan menjadi sebaik-baik perhiasan dan sebaik-baik pendamping hidup.

Java Driver & MongoDB Aggregation Example

The following snippet is an example of how to query document in Mongo database, using Group By, Count, Limit, Sort, and Match.

This will count top 20 referrers descendingly-sorted, excluding any document with empty value (“”) in _id field.

If you’re not familiar with Aggregation concept, the following article about Aggregation Pipeline might helps.

// get from "Accounts" collection
DBCollection accountsColl = db.getCollection("Accounts");

// create new BasicDBObject that will be used to
// count based on $referrer field
DBObject groupFields = new BasicDBObject( "_id", "$referrer");
// return result as "count" field that based on the sum
// of similar value in $referrer field. Everytime a similar value
// is found, the count is given a $sum operation by 1.
groupFields.put("count", new BasicDBObject( "$sum", 1));
DBObject group = new BasicDBObject("$group", groupFields );

// create new BasicDBObject  that will ne used to filters out
// an empty string in $referrer field
DBObject matchFields = new BasicDBObject();
matchFields.put("_id", new BasicDBObject("$ne",""));
DBObject match = new BasicDBObject("$match", matchFields);

// create new BasicDBObject that limit query result in only 20 rows
DBObject limit = new BasicDBObject("$limit", 20);

// create new BasicDBObject that sort the result
// based on count, descendingly
DBObject sortFields = new BasicDBObject("count", -1);
DBObject sort = new BasicDBObject("$sort", sortFields );

// aggregate all conditions above
AggregationOutput output = accountsColl.aggregate(group, match,
sort, limit);
return output.getCommandResult().toString();