Kultwit @salimafillah tentang #Kisah taubat

1. Di kalangan Bani Israil; ada seorang pendosa; khazanah kemaksiatannya sebilangan pasir di gurun, melimpah bertimbun-timbun. #kisah

2. Tetapi hidayah Allah menyapa; dia disergap takut oleh dosa-dosa. Semua khilaf menghantui kala sepi, mencekamkan malu saat ramai. #kisah

3. Maka dengan cemas hati; dia melarikan diri ke negeri jauh, mencoba menghapus jejak kenangan atas segala kesalahan di kotanya. #kisah

4. Maka diarunginya padang pasir yang menyengatkan terik; batu & kerikil serasa menyala, & matahari sama sekali tak bercadarkan awan. #kisah

5. Dalam langkah-langkah yang menyiksa tubuh & memayahkan jiwa itu; dia berjumpa kawan perjalanan. Dan hebat; beliau seorang Nabi. #kisah

6. Menghadapi cuaca yang demikian berat; sang Nabi berkata pada si pendosa; “Mari berdoa, agar Allah memayungkan awan di perjalanan!” #kisah

7. Memerah muka sang pendosa; takut-takut dia berkata, “Demi Allah, aku malu meminta hal itu, aku merasa tak layak berdoa kepadaNya.” #kisah

8. Nabi Bani Israil itu tersenyum; “Baiklah aku yang berdoa. Kau cukup mengaminkan saja!” Tak lama, awanpun menaungkan bayang-bayang. #kisah

9. Lalu tibalah di persimpangan; tujuan berbeda haruskan mereka berpisah arah. Maka setelah salam, masing-masing menempuh jalannya. #kisah

10. Alangkah terkejut Nabi itu ketika mendapati awan yang menaungi selama perjalanan mereka berdua kini tak lagi bersama dirinya. #kisah

11. Yang menakjubkan; ternyata awan itu tetap menaungi laki-laki yang tadi bersamanya. Bergegas Nabi itu berbalik & menghampirinya. #kisah

12. “Saudara! Tunggu! Kaubilang tadi tak punya keutamaan apapun; bahkan berdoapun merasa tak layak; tapi awan itu malah mengikutimu!” #kisah

13. “Katakan padaku”, desaknya, “Apa yang menjadi rahasia kemuliaanmu di sisi Allah sehingga justru ucapan Aamiin-mu yang dikabulkan! #kisah

14. Lelaki itu kebingungan. “Apa? Aku tak tahu duhai Nabi Allah.. Aku tak tahu.. Aku hanya pendosa nista yang lari dari masa lalu..” #kisah

15. “..Aku ahli maksiat yang hina, & kini begitu haus akan ampunan Rabbku!”, ujarnya. “Itulah dia! Itulah dia!”, sahut Sang Nabi. #kisah

16. “Sungguh benar; di sisi Allah, kemuliaan seorang yang bertaubat bisa mengungguli keutamaan seorang Nabi seperti aku”, pungkasnya. #kisah

Diposting oleh Ust @salimafillah, 25 September 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s