Diskusi “Man Jadda Wajada” Bersama Ahmad Fuadi

Alhamdulillah, kemarin saya, fahmilu, saad dan hengky berkesempatan ikut acara diskusi yang diisi oleh mas Ahmad Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara yang diselenggarakan oleh Lentera 20 di asrama PPSDMS Lenteng Agung, Depok. Acara berlangsung selama 2 jam, dari pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Rekamannya bisa di-download di sini, dan mohon maaf jika kurang jelas karena direkam sekenanya menggunakan HP biasa. Format *.ogg, durasi 2 jam, dan ukuran file 36 MB.

Update 2010/01/11: Untuk file berukuran 10.9 MB dan format amr, bisa didownload di sini.

SAP dan ABAP, Apa Itu?

ABAP adalah bahasa pemrograman milik SAP yang ditujukan untuk pengelolaan perusahaan skala besar dan menengah. SAP sendiri merupakan aplikasi ERP dari Jerman yang belakangan ini sangat populer.  Mungkin bisa dianalogikan dengan MATLAB-nya ERP. Jika MATLAB aplikasi yang kaya dengan fungsi-fungsi sientific, maka SAP merupakan aplikasi ERP dengan beragam fungsi dan database  untuk mengelola perusahaan secara terstandar. Sekitar 80% fungsi-fungsi perusahaan telah disediakan SAP, sisanya baru disesuaikan atau dikembangkan sendiri oleh perusahaan baik oleh internal perusahaan maupun jasa konsultan. Nah, penyesuaian ini menggunakan bahasa pemrograman ABAP.

SAP sendiri mulai booming di Indonesia. Selain karena telah memiliki business process terstandar, kode-kode ABAP di SAP maintainable. Salah satu perusahaan susu terbesar di Indonesia beberapa waktu lalu beralih ke SAP dari aplikasi internal mereka yang dikembangkan dari Java dengan alasan maintainability. Hal ini disebabkan ketika mereka perlu mengkustomisasi ulang aplikasi yang telah mereka gunakan, mereka kesulitan menemukan konsultan Java yang mampu mengembangkan aplikasi tersebut, sementara perusahaan konsultan dimana mereka mengembangkan aplikasi tersebut telah bubar.

Konsultan SAP terbagi menjadi tiga bagian utama: Fungsional, ABAPer, dan Basis. Fungsional bertugas mengidentifikasi requirement user dan menuliskan Functional Specification yang selanjutnya akan diterjemahkan menjadi baris-baris kode pemrograman ABAP oleh ABAPer. Hasil kode ABAP kemudian diuji oleh fungsional, jika telah sesuai, maka program yang dikembangkan ABAPer tadi di-transport ke Production system oleh Basis. Basis juga melakukan instalasi SAP dan Database Management System.

Nah, pertanyaan berlanjut, apa itu Production system?

Dalam suatu sistem SAP, biasanya terdapat beberapa client yang ditunjukkan oleh bilangan unik sepanjang tiga digit. Client ini menentukan ke subsistem mana seorang user akan masuk. Pada umumnya, terdapat tiga subsistem pada instalasi SAP, yakni development system, QA & test system, serta production system. Seorang user akan login ke Production System untuk melakukan tugas hariannya.  Adanya mekanisme client ini mencegah adanya perubahan data atau hilangnya data penting dari database ketika aplikasi ABAP dikembangkan.  Perubahan data hanya dilakukan melalui aplikasi yang benar-benar teruji ‘sahih’ dan telah ter-transport ke production system.

Personal Opinion

Bagi saya sendiri  aplikasi bahasa pemrograman SAP cukup sempit, hanya di lingkungan korporat skala menengah ke atas. Lantas, apa menariknya SAP? Mungkin reward. Keahlian di SAP menjanjikan keuntungan finansial yang cukup besar. Saya pernah bertemu dengan seorang Fungsional yang telah berkutat di SAP selama 12 tahun, dan pendapatannya ketika beliau terjun dalam projek pengembangan SAP di atas 5000 USD per bulan!

Meskipun demikian, dengan berbagai pertimbangan, kemarin saya memutuskan untuk berhenti dari ABAPer.  Mungkin di lain waktu akan saya coba uraikan alasannya. Oh iya, ABAP menduduki urutan ke-16 dalam urutan bahasa pemrograman versi TIOBE programming index. *belummandidansarapan*