Dampak Global Warming

Entah angin apa yang membuat saya tiba-tiba ingin menuliskan dampak ttg perubahan lingkungan, yang jelas:
–    Di Indonesia terjadi kenaikan suhu tahunan antara 0.2-1 Derajat celcius antara tahun 1970-2000 (menurut IPCC)
–    Kenaikan suhu ini menyebabkan:
a.    Penurunan produksi pangan yang menyebabkan kelaparan.
b.    Peningkatan kerusakan pesisir akibat badai dan banjir.
c.    Peningkatan kasus gizi buruk dan diare.
d.    Perubahan pola distribusi hewan dan serangga vektor penyakit.
e.    Suhu air laut panas, mengakibatkan matinya terumbu karang yang merupakan salah satu rantai komponen ekosistem laut.

–    20 % gletser di pegunungan Alpen akan hilang dalam 20 tahun mendatang.
–    33.000 km2 gletser di pegunungan Himalaya telah mencair dan menyebabkan permukaan air laut naik 96000 cm.
–    Puncak gunung es Kilimanjaro mencair setiap tahun
–    Permukaan laut naik sehingga sebagian daratan di Jawa, Lombok, Bali, Sumatra dan pulau-pulau kecil akan Tenggelam.
–    80% spesies tanaman akan punah dalam satu abad mendatang.
–    Kekeringan dan kebakaran di hutan tropis Indonesia kian tinggi.
–    Sekitar 150 ribu jiwa tewas setiap tahunnya karena pemanasan global.
–    Tahun 2003, 25.482 jiwa meninggal akibat gelombang panas.
–    Perkiraan kerugian akibat perubahan iklim per tahun mencapai US$ 1 Milyar!
–    Diperkirakan tahun 2080 sekitar 1.1-3.2 miliar penduduk bumi kekurangan air, 200-600 juta orang terancam kelaparan, dan 2-7 juta orang meninggal tiap tahun akibat banjir di kawasan pesisir.
–    Pada  tanggal 6 Maret _008,  sebuah bongkahan es  seluas 414 kilometer persegi  (hampir  1,5 kali luas kota Surabaya) di Antartika runtuh.
–    Dr. H. J. Zwally, seorang ahli  iklim  NASA  membuat  prediksi baru yang sangat mencengangkan “HAMPIR  SEMUA  ES  DI KUTUB  UTARA  AKAN  LENYAP PADA  AKHIR  MUSIM  PANAS 2012!”
–    Daerah  St.  George,  Utah  memegang  rekor  tertinggi  dengan  suhu tertinggi  mencapai  48 derajat Celcius, Daerah Death Valley di California malah sempat mencatat suhu 53  Celcius.
–    Bila Antartika kehilangan  seluruh  lapisan  esnya, maka 400 miliar ton metana (yang 23 kali lebih berbahaya dibanding CO2) tersebut akan terlepas ke atmosfer.
–    Sejak 1996, Penebangan hutan meningkat dengan rata-rata 2 juta hektar per tahun (kira-kira separuh luas negeri Belanda)
–    18% emisi karbon disebabkan oleh industri peternakan, dan13 % disebabkan penggunaan sarana transportasi. (inilah salah satu alasan bagi sebagian orang untuk menjadi vegetarian)
–    Tidak  kurang  dari  100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya.

Sumber:
–    Majalah Sabili Edisi Juni 2008
–    htt tp://www.kontaktu han.org/pemanasan-global.zip
–    WWF Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s