Analisis Web UKM Center: Navigasi (Bagian 2/5)

Waktu load yang lama

Dapat kita lihat pada hasil capture seluruh halaman, halaman depan situs ukm-center.org ini langsung berisi banyak sekali foto yang menyebabkan proses loading web cukup lama. Padahal belum tentu pengunjung situs akan langsung tertarik dengan foto yang ditampilkan, karena itu bukan hal utama yang mereka cari. Pengunjung dengan kecepatan koneksi internet rendah bisa saja langsung menutup browser karena tidak sabar menunggu proses loading halaman depan. Perbaikan bisa dilakukan dengan menampilkan link ke foto dan artikel dalam bentuk thumbnail, disertai keterangan mengenai keterangan isi foto atau artikel.

Deskripsi yang terlalu Panjang

Halaman utama situs langsung me-load sambutan berupa uraian selamat datang. Hal ini cukup membantu pengunjung dalam mengenali identitas situs. Hanya saja uraian ini tidak menjelaskan dengan singkat dan jelas.

Uraian tentang profil sebaiknya singkat saja, berisi nama organisasi dan content apa yang ditawarkan dalam situs ini kepada pengunjung. Uraian tentang profil organisasi, bisa diletakkan di halaman about us. Misalnya, bagian “Sejalan makin berkembang dunia UMKM Indonesia saat ini, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia wajib melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial.”. Pengunjung cenderung tidak memerlukan kalimat ini, sehingga lebih baik hal yang berkaitan dengan Tri Dharma dan sebagainya sebaiknya diletakkan dalam halaman lain , seperti about us tadi.

Meskipun demikian, uraian sambutan versi bahasa Indonesia memiliki paparan yang lebih singkat dibandingkan versi bahasa Inggris. Dalam versi bahasa Inggris-nya, UKM-Center.org memberikan deskripsi yang berlebih pada halaman utamanya.

Deskripsi ini terlalu panjang jika digunakan untuk identifikasi situs, dan apa yang bisa didapatkan pengunjung dari situs ini. Pengunjung akan lebih memilih untuk mengabaikan detail jika disuruh memilih, membaca atau mengabaikan identifikasi situs. Meskipun demikian, tujuan identifikasi situs ini telah tercapai.

Klasifikasi Halaman yang Tidak Logis

Ada 5 kategori utama, UKMC’s PROFIL, UKMC’s EVENT, UKMC’s ACTIVITY, UKMC’s MEDIA, dan UKMC’s INTERAKTIF. Pada Menu utama UKMC’s Event, terdapat ketidakkonsistenan antar bagian. Misalnya Seremonial, Pertemuan, Seminar, Pameran, Workshop merupakan bentuk kegiatan, namun, ada sub menu lain di menu utama UKMC’s Event, yaitu UKM&CSR GTC, UKM&CSR PLAN, dan UKM&CSR PROGRESS, yang menimbulkan ketidakjelasan bagi pengunjung. Apa itu UKM&CSR? Dapat kita lihat sub menu UKM&CSR PLAN dan UKM&CSR PROGRESS menjorok ke dalam dan pengunjung bisa berpindah ke halaman lain ketika melakukan klik pada menu-menu ini. Mengapa tidak dibuat ke kategori menu utama baru jika secara logis judul menu sudah berbeda?

Masih mengenai menu UKM&CSR, pengunjung juga tidak bisa memahami apa itu UKM&CSR, karena ketika kita melakukan klik pada sub-menu UKM&CSR PLAN dan UKM&CSR PROGRESS, pengunjung tidak bisa mencari keterangan tentang apa UKM&CSR, selain foto-foto dan beberapa kalimat penyerta.

Pada sub-menu berikutnya, Tampil, merupakan menu yang jarang ditemui oleh pengunjung situs pada umumnya. Kata Tampil terdengar agak janggal. Setelah di-klik, baru diketahui bahwa sub-menu Tampil memberikan link kepada pengunjung menuju halaman web yang berisikan tentang penampilan yang dilakukan UKM-Center pada event-event tertentu, namun bukan pameran dan sejenisnya. Misalnya, Penampilan UKM-Center pada acara Padamu Negeri (Metro TV) dan salah seorang dosen Pembimbing pada acara Bisnis Hari Ini (Metro TV).

Selain yang telah disebutkan di atas, ada beberapa sub-menu lain yang kurang tepat penggunaannya. Misalnya Pusat Inovasi UMKM, Komnas PKMI, Mall UKM Waduk Melati yang cenderung merupakan nama instansi / organisasi, sehingga kurang tepat jika harus diletakkan pada menu utama UKMC’s Event. Ketika sub-menu Mall UKM Waduk Melati di-klik, pengunjung akan berpindah ke halaman Pusat Inovasi UMKM, yang isinya mencakup Pertemuan di UKM Center Waduk Melati. Karena artikel ini merupakan pertemuan, seharusnya ia diletakkan pada menu Pertemuan, sehingga dapat dikatakan menu-menu yang ada overlapping. Menu Micro Finance secara intuitif memberikan kesan halaman ini, jika di-klik, akan mengantarkan pengunjung ke halaman situs berisi ekonomi mikro, namun isinya hanya berupa dokumentasi pertemuan dan diskusi, sehingga kasus overlapping juga terjadi disini.

Konsistensi Pemetaan situs

Menurut Jeff Johnson (2003), ada beberapa kriteria yang bisa diuji untuk menentukan sebaik apa pemetaan situs dilakukan oleh organisasi yang bersangkutan. Pengorganisasian situs UKM-Center.org bisa dikatakan cukup baik, karena pengunjung situs ini mendapatkan gambaran organisasi UKM-Center. Ini bisa kita lihat dari deskripsi organisasi pada halaman utama dan menu UKMC’s Profil halaman visi misi dan Sejarah.

Meskipun demikian, Johnson menyarankan sebaiknya pengunjung tidak bisa mendapatkan struktur organisasi dari situs bersangkutan karena hal ini dinilai kurang perlu bagi pengunjung. Pengunjung UKM-Center.org tidak mendapatkan struktur organisasi ini dengan spesifik (meskipun ada mengenai “UKM CENTER FEUI selalu berkoordinasi dengan Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan Wakil Dekan I Bidang Akademik FE UI”).

UKM-Center.org tidak menampilkan layanan khusus yang digunakan khusus internal pengelola UKM-Center (misalnya, layanan khusus yang hanya bisa digunakan lewat intranet), pengunjung secara luas tidak akan pernah kebingungan karena menemukan layanan yang hanya ditujukan untuk pengunjung internal organisasi.

Bagian-bagian update dari UKM-Center selalu mengikuti desain yang sebelumnya, sehingga content terbaru tetap konsisten. Namun, ada beberapa bagian yang menjadi masalah, yaitu adanya pembagian menu yang overlapping. Misalnya, Pertemuan UKM Center dengan Askrindo 2 April 2008 bahas asuransi kredit dimuat di halaman Micro Finance, bukan pada halaman Pertemuan.

Masih menurut Johnson, pengunjung harus bisa membedakan mana link internal dan eksternal situs. Tidak banyak link ke situs eksternal pada situs ini, Kalaupun ada, hanya ada pada halaman link, sehingga sangat mudah membedakan link mana yang menuju situs eksternal.

Penggunaan Tipe Menu yang Kurang TepatPemilihan opsi pada fungsi search menggunakan drop down menu. Sementara, hanya ada dua opsi yang ada, Halaman Statis dan Berita/Artikel. Penggunaan Drop Down Menu untuk pilihan dengan hanya dua opsi kurang tepat. Akan lebih baik jika hanya menggunakan radio button saja, karena dengan radio button, Pengunjung hanya melakukan satu kali klik untuk memilih salah satu opsi, sedangkan pada drop down menu, pengunjung harus melakukan dua kali klik, yaitu klik pada tombol drop down, kemudian memilih opsi yang diinginkan.

Persaingan antar menu

(a)

Ada tiga navigation bar dalam halaman depan UKM-Center.org, yakni navigation bar bagian atas, navigation bar kiri dan navigation bar kanan.

Masing-masing navigation bar ini seolah bersaing, memperebutkan perhatian pengunjung. Yang paling mengganggu konsentrasi pengunjung adalah menu navigation bar bagian kanan (gambar (c) di samping) yang terus menerus bergerak mengikuti arah scroll yang dilakukan pengunjung. Bagi Perancang situs ini, mungkin animasi seperti ini menarik. Namun di sisi pengunjung, bisa jadi menu navigation bar bagian kanan ini malah mengganggu.

(B) (C)

Link Aktif yang Merujuk ke Halaman itu Sendiri

Sebuah Kesalahan (yang mungkin sudah umum) terjadi disini, yaitu terdapat link aktif yang menuju halaman itu sendiri. Pada gambar di atas, menunjukkan breadcrumb pada halaman inkubasi bisnis, dan jika di-klik, browser akan menghubungkan ke halaman yang sama seperti sebelumnya. Hal ini agak mengganggu, karena melakukan klik menuju halaman yang sama, sama saja dengan me-reload halaman, sehingga waktu pengunjung terbuang. Kemungkinan terburuk, pengunjung tidak bisa mengenali halaman yang telah di-reload, karena bisa saja pengunjung meng-klik link yang menuju halaman itu sendiri ketika pengunjung sedang berada pada halaman bawah (scroll ke bawah), sementara sebelumnya ia tak memperhatikan tampilan atas dari halaman tersebut.

Pengesetan Fokus Tidak dilakukan Secara Otomatis

Tidak ada pengesetan fokus kursor ke field utama dari form. Setelah halaman kontak di-load, pengunjung harus mengarahkan kursor ke field nama. Sebaiknya, setelah halaman di-load, kursor langsung ditempatkan pada field Nama, agar pengunjung dapat langsung mengetikkan namanya.

Banyak desainer web mengabaikan hal ini, dan menganggap hal ini sebagai hal kecil yang kurang begitu penting. Jika form tidak memiliki fokus input secara default, pengunjung harus memindahkan kursor menuju field teks dan meng-klik field tersebut sebelum pengunjung bisa mengisi field. Ini tidak hanya membuat pengunjung tidak nyaman, namun juga mengecewakan harapan pengunjung. Pengunjung mengetikkan sesuatu, namun tak ada yang terjadi. Beberapa detik waktu pengunjung terbuang. Efek ini lebih terasa bagi pengunjung yang memiliki keterbatasan fisik seperti pengunjung tuna netra dan pengunjung yang tidak memiliki peralatan pointing (misalnya mouse dan touchpad). Pengunjung-pengunjung ini harus menyadari sebelumnya bahwa arah kursor belum di-set, dan menekan tombol tab untuk melakukan set pada field.

Peringatan Kesalahan

Ada beberapa hal yang cukup baik dalam form Kontak, yaitu adanya peringatan berbasis Javascript yang muncul ketika pengunjung belum mengisi form yang diperlukan, misalnya nama, lembaga, alamat, e-mail, judul pesan, dan kode. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Setelah pengunjung melakukan klik pada tombol OK, kursor langsung diarahkan ke field yang belum diisikan tadi untuk mengisikan nilai sesuai yang diminta oleh form ini. Selain itu, form pada halaman ini telah melakukan pemeriksaan validitas email dengan pengecekan adanya simbol ‘@’ dan ‘.’. Ketika pengunjung salah memasukkan alamat email, pengunjung akan diberikan Pemberitahuan yang juga berbasis Javascript:

Sayangnya, seperti dibahas sebelumnya, tidak ada peringatan ketika pengunjung men-submit form dalam keadaan isi pesan kosong. Pengunjung tetap bisa melakukan submit tanpa pesan apapun.

Terlalu Banyak Teks

Informasi dalam bentuk teks yang kurang penting sebaiknya tidak diletakkan dalam web, seperti yang telah dikemukakan pada awal pembahasan situs ini, banyak teks yang kurang begitu penting disisipkan dalam deskripsi situs UKM-Center.org, terutama versi bahasa Inggris.

Akan lebih baik jika penjelasan detail mengenai organisasi dan latar belakang organisasi diletakkan pada halaman lain, bukan pada halaman utama.

Pemilihan Kata yang Masih Asing

Ada beberapa kata yang kurang akrab bagi pengunjung. Misalnya Advokasi, Inkubasi Bisnis, UKM & CSR PLAN, UKM&CSR PROGRESS, UKM&CSR GTC. Kata dan frase tersebut terkesan “hanya untuk orang tertentu”, karena tidak begitu akrab dengan pengunjung awam. Akan lebih baik, jika pemilihan kata yang digunakan adalah kata-kata yang lebih dikenal oleh pengunjung, sehingga pengunjung akan dapat memperkirakan apa isi halaman tersebut dan apa yang membedakan menu tersebut dengan halaman-halaman lainnya.

Penulisan yang tidak Konsisten Pada halaman form kontak, terdapat ketidakkonsistenan penulisan label. Form diawali dengan frase “Tujuan menghubungi” sementara di pertengahan form terdapat label “Judul Pesan”. Yang terjadi di sini adalah ketidakkonsistenan penulisan huruf kapital. Jika pada awal label menggunakan sentence case (Huruf kapital hanya di awal kalimat), maka sebaiknya label lain juga menggunakan sentence case. Atau, bisa juga label awal mengikuti label berikutnya, yaitu title case (Semua awal kata menggunakan huruf kapital).

Ketidakkonsistenan huruf kapital juga terjadi pada menu sebelah kiri halaman. Pada umumnya, menu menggunakan title case, seperti Inkubasi Bisnis, Komnas PKMI, dan Mall UKM Waduk Melati, namun di beberapa bagian lain, terdapat menu yang menggunakan uppercase, seperti UKM&CSR PLAN, UKM&CSR PROGRESS, dan UKM&CSR GTC.

Penggunaan bahasa juga kurang konsisten dan menimbulkan kesan tidak nyaman, misalnya pada kategori menu “UKMC’s PROFIL”. Profil merupakan ejaan baku bahasa Indonesia, sementara di depan kata PROFIL terdapat kata “UKMC’s”, yang merupakan gabungan kata UKMC dengan apostrophe ‘s’, yang dalam tata bahasa Inggris merupakan penunjuk kepemilikan atas kata yang ditambahkan apostrophe ‘s’. Demikian juga dengan menu ‘Galeri Photo’. Galeri merupakan ejaan baku dalam kamus besar bahasa Indonesia, namun, ‘Photo’ merupakan kata dalam bahasa Inggris yang jika dieja dalam bahasa Indonesia menjadi seharusnya menjadi ‘Foto’ .

Kesalahan dalam Menghubungkan Link

Pada navigation bar atas bagian link, kita dapat menuju halaman Link. Di halaman ini, dapat kita jumpai beberapa badan yang berhubungan dan tidak berhubungan dengan UKM-CENTER beserta link menuju situs masing-masing badan tersebut. Namun, ada beberapa kesalahan link pada halaman ini. Link tertulis dengan nama domain badan masing-masing, namun ternyata ditautkan ke halaman dari website lain. Misalnya, situs APS Sidoarjo ditautkan dengan http://www.yahoo.com, situs GTZ – Germany, Yayasan Konrad Adeneur Stiftung-Indonesia, dan GTZ – Germany yang di-link ke http://www.kiva.com .

Adanya link yang tidak berkaitan dengan UKM-Center memberikan kesan agak janggal bagi pengunjung. Hampir seluruh link berhubungan dengan bidang UKM, bisnis, dan keuangan, namun tiba-tiba pengunjung menemukan adanya link ke http://www.google.com dan http://www.yahoo.com, yang masing-masing merupakan mesin pencari dan situs portal.

Link yang bukan Link

Ketika kita mengarahkan kursor ke menu UKM&CSR GTC, kita dapat melihat efek hover. Awalnya, teks berwarna biru, ketika di hover, teks berubah warna menjadi jingga dengan garis di bawah teks. Efek ini serupa dengan menu di bagian yang sama. Hanya, yang membedakan adalah, ketika kita melakukan klik pada menu UKM & CSR GTC ini, tidak ada sesuatu yang terjadi, dengan kata lain, link ini ternyata bukan sebuah link.

Link yang Tidak terlihat seperti Link

Link yang biasa dikenal pengunjung adalah tulisan bergaris, atau ikon 3D. Link masih cukup mudah dikenali jika dikelompokkan di sisi kiri, kanan, atau atas window meskipun link-link tersebut tidak bergaris. Namun hal ini berbeda dengan link dalam bentuk ikon biasa, sehingga secara sekilas pengunjung agak sulit menyadari bahwa ikon tersebut adalah link karena terletak di tengah-tengah banner. misalnya link yang menuju halaman perpindahan bahasa Indonesia-Inggris di samping.

Link Yang Telah Dikunjungi Tidak Terlihat Berbeda

Browser web membedakan antara halaman yang telah dikunjungi dengan halaman yang belum dikunjungi dengan memberikan warna pada link yang telah dikunjungi dengan warna yang berbeda dari sebelumnya. Ini membantu pengunjung menentukan apakah link tersebut telah ia kunjungi sebelumnya. Ketika link tidak menampilkan perbedaan antara halaman yang telah dikunjungi pada halaman yang sedang ditunjuk oleh pointer, kemudahan navigasi dari sebuah website kurang, dan pengunjung bisa mengunjungi halaman yang telah ia kunjungi sebelumnya. Untuk me-load halaman memerlukan waktu, dan waktu pengunjung untuk me-load halaman tersebut terbuang.

UKM-Center.org tidak memberikan perbedaan warna pada link yang telah dikunjungi dengan link yang belum dikunjungi. Secara default (browser), link yang belum dikunjungi biasanya berwarna biru, sedangkan link yang telah dikunjungi berwarna ungu. Namun, link yang telah dikunjungi pada situs UKM-Center.org tetap berwarna biru, meskipun link yang dibuka telah dikunjungi sebelumnya.

Warna Teks Terlalu Beragam

Ada beberapa bagian dari situs ini yang dalam Artikelnya menggunakan cukup banyak warna. Misalnya pada halaman Pendaftaran Wirausaha Muda Mandiri 2008. Terdapat sembilan warna font dengan ukuran dan style yang berbeda-beda tiap font. Hal ini kurang nyaman bagi pengunjung dan terkesan ‘norak’.

Penggunaan Flash untuk Animasi yang tidak terlalu penting

Situs ini menggunakan flash di bagian header yang hanya berfungsi sebagai dekorasi saja. Dekorasi di header ini hanya berupa pergantian image dengan efek pergantian antar-image. Hal ini akan mengganggu pengguna dengan browser yang tidak memiliki plug-in flash, karena browser tanpa plug-in flash tak akan menampilkan banner ini. Mengingat isinya hanya sebagai dekorasi saja dan tidak mengandung hyperlink apapun, hal ini tidak menjadi masalah. Namun, tetap saja akan menimbulkan penasaran pada user yang tidak dapat me-load banner ini.

Salah satu bagian tampilan header dengan plug-in flash ter-install

Salah satu bagian tampilan header dengan plug-in flash tidak ter-install

Tidak Ada ‘Alternative Text’

Kadang-kadang, beberapa pengguna lebih nyaman ketika menjelajahi situs dengan tanpa me-load image untuk menghemat bandwidth. Pengguna ini biasanya pengguna dengan browser dalam ponsel, atau pengguna yang ingin menghemat bandwidth untuk menghemat jatah kuota bandwidth dari provider tertentu. Ketika browser tidak me-load image dalam situs ini, user tidak bisa menebak apa isi image tersebut sebenarnya, karena tidak terdapat alternative text sebagai pengganti gambar yang di-load.

Tampilan header ketika image di-load secara penuh.

Tampilan header ketika image tidak di-load. Plug-in flash ter-install. Menu bagian atas dan pilihan bahasa tidak nampak.

Menu yang Mengganggu

Sekilas dalam pembahasan di atas terdapat menu di bagian kanan window yang mengganggu, yakni menu berbasis image yang digerakkan menggunakan Javascript. Menu ini terus bergerak mengikuti gerakan scroll bar pengunjung, yang dapat mengganggu fokus pengunjung. Selain fokus, menu juga dapat menutupi isi halaman utama ketika resolusi diperbesar.

Tampilan salah satu halaman ketika resolusi layar diperbesar menjadi 1280×1024 pixel.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s