Analisis Web UKM-Center: Content (Bagian 3/5)

Pembaharuan Content dan Ketidakkonsistenan Content antar Preferensi Bahasa

Content yang dibuat dalam bahasa Indonesia cukup ter-update. Bagian paling tidak ter-update dari UKM-Center.org versi bahasa Indonesia adalah halaman Artikel. Artikel terbaru yang dimuat situs ini tertanggal 22 Agustus 2007, (tulisan ini ditulis akhir Mei 2008). Namun, ini masih jauh lebih baik. Ketika content dalam Bahasa Inggris dipilih, lebih banyak yang tidak ter-update. Tanggal update terakhir ‘Latest News’ terakhir yang dimuat adalah 11 April 2008. Pada halaman berbahasa Indonesia, content terbaru ‘ Berita Terakhir’ tertanggal 30 Mei 2008 (diakses tanggal 31 Mei 2008). Update antara versi bahasa Indonesia dengan versi bahasa Inggris tidak sinkron.

Content halaman Berita Terkini Bahasa Indonesia, Update terakhir 30 Mei 2008

Content halaman Latest News. Bahasa Inggris. Update terakhir menunjukkan tanggal 11 April 2008

Ada beberapa bagian yang tergolong cukup ‘tua’ misalnya saja, pada halaman Article pada content berbahasa Inggris. Artikel terbaru pada halaman ini tertanggal 5 Juli 2007.

Content yang Hilang

Dari nama domain-nya, Ketika pertama kali membuka situs UKM-Center.org, yang saya harapkan adalah mendapatkan daftar nama-nama UKM beserta produk dan nomor kontak yang bisa dihubungi. Saya juga menginginkan tips-tips pengajuan kredit kepada bank dan beberapa aspek pendirian UKM, misalnya segi birokrasi dan hukum, namun, setelah mengakses halaman depan UKM-Center.org, saya tahu saya tak bisa berharap banyak dari tampilan halaman utamanya yang berisi pengenalan organisasi dan event-event terbaru (yang juga kebanyakan berupa foto disertai kalimat penyerta) dari halaman utamanya.

Pada bagian Berita Terkini pada halaman depan, ditemukan berita mengenai Seminar “Entrepreneurship and Innovation in a Complex World”, AIM 30 Mei 2008 . “Berita” ini tidak dapat di-klik. Karena berita tersebut tidak ditautkan ke halaman lain. Ketika dicari melalui menu seminar di samping kiri, tidak ada berita mengenai seminar “Entrepreneurship and Innovation in a Complex World”, yang disebutkan di halaman utama.

Masalah paling mendasar dari bagian content adalah materi yang disajikan tidak cukup. Informasi yang disediakan biasanya hanya disajikan berupa satu atau beberapa foto diikuti beberapa kalimat. Salah satu contoh, ketika dipilih menu Seminar pada bagian kanan, pengunjung akan masuk ke dalam halaman seminar. Ada beberapa link yang merujuk ke halaman lain pada halaman ini, salah satunya adalah mengenai kegiatan Seminar Penanganan dan Praktik Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan Di Kampus UI 12 April 08. Ketika pengunjung menuju halaman ini, pengunjung hanya menemukan sebuah foto dan paragraf:

“Pada Sabtu 12 April 2008 telah dilangsungkan Seminar Penanganan dan Praktik Pengolahan Sampah Ramah Lingkungan Di Kampus UI yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemitraan dan Inkubator Bisnis UI diikuti oleh para mahasiswa di UI. Dalam kesempatan ini dilakukan upaya penanganan terpadu sampah dan dibuat selain agar UI lebih bersih juga nilai ekonomis dari sampah bisa dipakai untuk kesejahteraan mahasiswa. Dalam gambar tampak instruktur pada pelatihan tersebut”

Bagaimana jika pengunjung juga mengharapkan informasi bagaimana cara menangani sampah secara terpadu? Bagaimana cara mengolah sampah yang tepat agar bisa dijadikan pendapatan tambahan mahasiswa?

Sampai disini, saya mungkin tetap ingin menjelajahi event yang ditampilkan. Misalnya, pengunjung tertarik sub-menu Pameran, kemudian masuk ke halaman Pameran Binaan PT TELKOM, UKM & CSR GO TO CAMPUS, 4 – 9 Desember 2007, FEUI (Gambar di bawah ini, bagian A) dengan mengharapkan keterangan tentang produk apa saja yang dipamerkan, berapa pesertanya, dan omzet penjualan dari pameran tersebut.

Namun, saya tidak mendapatkan informasi yang saya harapkan dari halaman tersebut (Halaman B). Yang saya dapatkan adalah sebuah halaman dengan sebuah foto, tanpa artikel atau keterangan apapun mengenai event tersebut.

Pada sub menu Buku, pengunjung akan diantarkan he halaman dengan beberapa judul buku disertai preview cover judul buku. Terdapat link ke masing-masing buku. Ketika salah satu link ini di-klik, Lead to Togetherness, yang muncul adalah gambar di samping.Ya, hanya gambar sampul buku disertai kalimat “Buku “Lead to Togetherness” – Pengarang: Robby Djohan ”

Halaman Yang belum terselesaikan

Pada sisi kanan situs UKM-Center.org, terdapat menu-menu Javascript yang selalu bergerak mengikuti scroll bar. Salah satunya adalah sebuah logo bertuliskan UKM CSR go to Campus, dan ketika di-klik, muncul sebuah halaman yang berisi “Belum ada record untuk UKM&CSR GTC.”

Sebaiknya, link ke halaman UKM CSR go to Campus tidak perlu dipasang dahulu sebelum content siap ditampilkan secara online.

Kesalahan Tata Bahasa

Dari halaman utama bahasa Indonesia, terdapat beberapa kesalahan tata bahasa. Misalnya, “… salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada… “ kata Pengabdian yang digunakan seharusnya menggunakan awalan huruf biasa, bukan huruf kapital. Pada paragraf berikutnya, terdapat kalimat “Berkeinginan mengembangkan program pengabdian masyarakat bagi usaha skala kecil hingga mikro.” Kalimat ini dalam bahasa Indonesia memiliki struktur yang salah, karena hanya terdiri dari predikat dan keterangan, tanpa subyek.

Dalam halaman utama berbahasa Inggris, ada beberapa kalimat yang susah dicerna, misalnya “Entrepreneurship in its initial and simple form is seen from the establishment of small and medium enterprises (SME) as a survival effort of the people as well as the society and as a vital drivers of economic development”, yang merupakan kalimat pasif yang panjang dengan penggunaan kata ‘as’ berulang kali. Kalimat berikutnya “The role of SME is getting famous since the United Nations has declared 2005 to be the International Year of Microcredit to promote small business and the financial institutions that provide them loans and other financial services, broadly known as microfinance”, juga merupakan kalimat yang panjang, dan jika kita perhatikan kata ‘them’, kita akan membutuhkan waktu lebih lama, Kemanakah kata ‘them’ pada “small business and the financial institutions that provide them loans” menunjuk?

Kemudian, pada akhir paragraf kedua, “This Center was developed at May,20 2005 based on the SK Dekan No. KPTS/229/D/2005. Director of UKM CENTER FEUI is Dr.Ir Nining I Soesilo, MA.” Frase “this Center” tidak lazim digunakan untuk sebuah organisasi dan, tidakkah seharusnya ada kata “The “ “sebelum kata “Director”?

Masih pada halaman utama versi bahasa Inggris, Pada paragraf ketiga terdapat kalimat “Since the year of 2005, the change of the name of the Faculty of Economics University of Indonesia (FEUI) into the Faculty of Economics and Business University of Indonesia has been evolved, it means that the Faculty takes into account the business very seriously”. Kita perhatikan frase “the change of the name of the Faculty of Economics University of Indonesia (FEUI) into the Faculty of Economics and Business University of Indonesia” juga membuat pengunjung berpikir lebih lama untuk memahami kalimat ini. Panjang dan penuh terjejali kata ‘of’ yang membingungkan. Mengapa tidak memecah kalimat ini menjadi beberapa kalimat penjelas yang lebih mudah dicerna oleh pengunjung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s